Rabu, 22 Mei 2013

PENYAKIT DIFTERI 

Apakah Difteri ?


Difteri adalah penyakit saluran pernafasan atas ditandai dengan sakit tenggorokan, demam rendah, dan membran patuh (sebuah pseudomembran'''') pada amandel, faring, dan / atau rongga hidung. Suatu bentuk ringan dari difteri dapat dibatasi pada kulit. Jarang konsekuensi termasuk miokarditis (sekitar 20% dari kasus) dan neuropati perifer (sekitar 10% dari kasus). Hal ini disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae'''', sebuah fakultatif anaerob bakteri Gram-positif.
Difteri adalah penyakit menular menyebar melalui kontak fisik langsung atau sekresi pernapasan aerosol dari individu yang terinfeksi. Historis sangat umum, difteri sebagian besar telah dibasmi di negara-negara industri melalui vaksinasi luas. Di Amerika Serikat misalnya, ada 52 kasus difteri dilaporkan antara tahun 1980 dan 2000; antara tahun 2000 dan 2007 hanya ada tiga kasus sebagai DPT (Difteri-Pertusis''-Tetanus'') vaksin direkomendasikan untuk semua usia sekolah- anak-anak. Booster vaksin yang dianjurkan untuk orang dewasa karena manfaat dari penurunan vaksin dengan usia tanpa konstan pajanan ulang, mereka sangat direkomendasikan untuk mereka yang bepergian ke daerah di mana penyakit belum diberantas.

difteri1.jpg



 

Apa gejala-gejala penyakit penyakit Difteri ?

Anak yang terinfeksi dengan kuman difteri, setelah 2-4 hari akan mengalami gejala-gejala infeksi saluran napas bagian atas, yang paling sering berupa demam, terkadang sampai menggigil dan sakit tenggorokan. Beberapa anak dapat mengalami sakit kepala, suara parau, nyeri menelan, dan nyeri otot. Gejala-gejala ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh kuman difteri. Jika tidak diobati, racun yang dihasilkan oleh kuman ini dapat menyebabkan reaksi peradangan pada jaringan saluran napas bagian atas sehingga sel-sel jaringan dapat mati.
Sel-sel jaringan yang mati bersama dengan sel-sel radang membentuk suatu membran atau lapisan yang dapat menggangu masuknya udara pernapasan. Membran atau lapisan ini berwarna abu-abu kecoklatan, dan biasanya dapat terlihat. Gejalanya anak menjadi sulit bernapas. Jika lapisan terus terbentuk dan menutup saluran napas yang lebih bawah akan menyebabkan anak tidak dapat bernapas. Akibatnya sangat fatal karena dapat menimbulkan kematian jika tidak ditangani dengan segera.
Racun yang sama juga dapat menimbulkan komplikasi pada jantung dan susunan saraf, biasanya terjadi setelah 2-4 minggu terinfeksi dengan kuman difteri. Kemtian juga sering terjadi karena jantung menjadi rusak.

Bagaimana cara mencegah penularan penyakit difteri?

Kuman difteri hidup pada selaput lendir rongga mulut, tenggorokan, dan hidung pada orang yang terinfeksi dengan kuman ini. Penyebaran adalah melalui udara pernapasan yang mengandung kuman difteri, kontak langsung dengan percikan lendir saluran napas yang mengandung kuman. Pencegahan yang paling efektif adalah dengan memberikan imunisasi (lihat imunisasi difteri, pertusis, tetanus)

Adakah pengobatan untuk penyakit difteri?

Jika anak menderita difteri, ia harus dirawat di rumah sakit karena seringkali menjadi gawat.
  • Racun yang dihasilkan oleh kuman dieliminasi dengan pemberian anti racun yang disebut dengan anti toksin yang spesifik untuk kuman difteri.
  • Antibiotik diberikan dalam jangka waktu tertentu untuk mengeliminasi kuman, menghentikan produksi racun oleh kuman, dan mengobati infeksi lokal saluran napas bagian atas.
  • Istirahat total sangat dibutuhkan, terutama pada anak dengan tanda-tanda komplikasi pada jantung.

Produk Perlebahan High Desert sudah dipercaya dan teruji secara klinis sebagai Nutrisi Alami yang dapat mengatasi penyakit Difteri, karena kandungannya antioksidan di dalam Bee Propolis mampu mengatasi infeksi dalam tubuh, juga Clover Honey untuk meredakan rasa nyeri pada saat menelan, selain itu Honey Bee Pollen dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Adapun dosis terapi produk yang disarankan adalah sebagai berikut :
  1. Bee Propolis Tablet : 2x1 tab / hari (3 hari pertama) sd. 3x1-2 tab / hari (dosis lanjutan)
  2. Clover Honey :  : 2x1sdk makan / hari (3 hari pertama) sd. 3x1-2 sdk makan / hari (dosis lanjutan)
  3. Honey Bee Pollen : 1x1 tab / hari (3 hari pertama) sd. 1x2 tab / hari (dosis lanjutan)

Info Produk / Pemesanan Hub :
Indah W.
08129602874 / 085881746876




Tidak ada komentar:

Posting Komentar