Selasa, 21 Mei 2013

ALERGI, ASMA, RHINITIS


Apakah Anda sering bersin, hidung tersumbat atau gatal, dan mata berair? Gejala seperti itu mungkin sering diartikan Anda tertular flu. Padahal, semua tanda dan gejala itu juga merupakan ciri rinitis alergi atau hay fever.  Para pengidap rinitis alergi biasanya peka terhadap serbuk sari halus dari tanaman atau tungau debu.
Rinitis alergi adalah peradangan pada mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi tubuh terhadap zat dari luar tubuh. Tidak jelas mengapa ada orang-orang tertentu yang lebih peka dengan serbuk sari dan debu dibandingkan dengan orang lain.

Menurut dokter spesialis THT Selfiyanti Bimantara dari Brawijaya Women and Children's Hospital (BWCH), gelaja flu dengan rinitis alergi hampir mirip, namun penyebabnya sangat berbeda. "Flu disebabkan oleh virus, sedangkan rhinitis alergi disebabkan oleh alergen," ujar dokter dengan panggilan akrab Selfi ini dalam talkshow "Pure Air, Pure Love" yang diadakan BWCH Sabtu (2/3/2013) lalu di Jakarta.
Saat menghirup serbuk sari atau penyebab alergi lain, antibodi sistem kekebalan bereaksi terhadap serbuk sari terbut. Reaksi ini memicu pelepasan histamin yang terdapat dalam hidung, rongga sinus, kelopak mata, dan mata. Sinus mungkin menjadi tersumbat, hidung meler, sedangkan mata, hidung, tenggorokan, dan langit-langit mulut gatal. Terjadi bersin hebat berulang kali. Hidung berair akibat aktivitas kelenjar mukus yang terlalu aktif. Pada keadaan yang berat dapat terjadi serangan asma.

Penyebab rhinitis alergi cukup beragam, namun dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi genetika atau keturunan, keadaan psikologis, seperti emosi atau tegang, keadaan hormon tubuh yang tidak seimbang seperti ketika sedang hamil atau mengonsumsi pil KB. Sedangkan faktor eksternal yaitu alergen yang berasal dari tungau debu rumah (TDR), serbuk sari tanaman, iklim dan perubahan suhu, bulu binatang, dan polusi.

"Rhinitis alergi tidak dapat disembuhkan, namun timbulnya gejala dapat dikontrol, terutama dengan menghindari alergennya," kata Selfi.
 Faktor eksternal, lanjut Selfi, lebih mudah dikontrol dengan cara mengupayakan keadaan lingkungan bebas dari alergen. Selain itu, pahami kondisi tubuh sehingga kita semakin baik mengelola alergi.

Makanan yang Paling Sering Jadi Sumber Alergi


Alergi makanan merupakan reaksi sistem kekebalan yang terjadi segera setelah makan makanan tertentu. Pada orang yang alergi, sistem kekebalan tubuh keliru mengenali protein makanan sebagai zat yang berbahaya. Jadi jangan heran bila kebanyakan makanan yang memicu alergi adalah makanan yang tinggi protein.
Bahkan sejumlah kecil dari penyebab alergi makanan dapat memicu gejala seperti masalah pencernaan, gatal-gatal atau bengkak saluran udara. Pada beberapa orang, alergi makanan juga dapat menyebabkan gejala parah atau bahkan reaksi yang mengancam nyawa yang dikenal sebagai anafilaksis.
Tidak semua makanan dapat menyebabkan alergi. Berdasarkan US Food Allergy , 5 makanan ini merupakan penyebab alergi, yaitu:
1. Susu sapi
Alergi susu sapi paling umum terjadi pada anak-anak, alergi susu mempengaruhi 2-3 persen dari bayi di negara maju. 90 persen dari anak-anak ini biasanya akan sembuh dari alergi pada saat mencapai usia 4 tahun.
2. Telur
Telur juga merupakan makanan penyebab alergi yang sangat umum pada anak-anak dan biasanya berlanjut hingga dewasa. Sebagian besar anak akan sembuh dari alergi ini pada usia 5 tahun. Sesuatu yang harus diperhatikan jika Anda atau anak Anda memiliki alergi telur adalah waspada pada beberapa vaksin, termasuk vaksin flu, karena mengandung protein telur yang dapat memicu reaksi alergi yang serius pada individu.
3. Kacang tanah
Protein kacang sangat mahir memprovokasi sistem kekebalan tubuh menjadi serangan mematikan pada tubuh dan memang alergi kacang merupakan penyebab utama kematian terkait makanan. Namun, kematian ini masih cukup langka.
4 . Ikan
Alergi makanan laut seperti ikan dan kerang adalah penyebab paling umum dari alergi makanan. Makanan laut dapat menjadi alergen yang kuat pada beberapa orang, bahkan menyebabkan reaksi yang mengancam jiwa. Alergi makanan laut biasanya akan berlangsung seumur hidup.
5 . Kerang (custacea dan moluska)
Seperti ikan, alergi kerang sangat umum terutama di kalangan orang dewasa. Menariknya, orang cenderung alergi crustacea (misalnya kepiting, lobster, dan udang) atau moluska (misalnya cumi-cumi, kerang, remis, tiram dan kerang) hanya 14 persen dari penderita alergi makanan laut yang alergi terhadap keduanya.

Kendalikan dengan Produk Perlebahan
Asma menyerang paru-paru dan saluran pernapasan, yang sesekali menyebabkan napas berbunyi dan sesak. Pada umumnya, serangan asma terjadi ketika saluran napas seseorang membengkak yang disebabkan oleh faktor pemicu alergi seperti debu, bulu binatang dan jamur. Hal ini menyebabkan selaput lendir yang ada pada dinding-dinding saluran pernapasan menjadi bengkak dengan cairan. Lendir menutupi saluran udara dan membuat napas menjadi sulit. Suara berdengik terjadi ketika udara yang mengalir masuk dan keluar dari paru-paru terhambat.
Walaupun beberapa orang dapat sembuh dari asma ketika mereka beranjak dewasa, namun ada yang tetap menderita asma selama hidupnya. Penyakit ini memerlukan penanganan khusus, pengobatan, dan daya tahan tubuh yang tinggi untuk mencegahnya kambuh kembali.
High-Desert Aller Bee-Gone mengandung berbagai jenis herbal yang dapat dengan cepat dan efektif membantu meredakan reaksi alergi seperti asma, rhinitis, alergi terhadap makanan, serta alergi pada kulit. Produk ini juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi, sehingga alergi tidak lagi menjadi masalah yang besar bagi anda.
HDI Aller Bee Gone berfungsi secara menyeluruh dalam mengelola alergi. Bukan hanya sekedar menghilangkan gejala alergi, tetapi juga meningkatkan kekebalan tubuh terhadap faktor penyebab alergi. Membantu menormalkan kembali sistem kekebalan tubuh. Glutamine dalam produk ini merupakan unsur penting bagi sel-sel imun, serta membantu meningkatkan produksi zat-zat antibodi. Sementara itu, Vitamin B6 juga memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi sel-sel imun.
HDI Aller Bee Gone juga sangat baik dalam mengatasi reaksi alergi . Produk ini membantu meredakan bersin-bersin, napas berdengik, pembengkakan, gatal-gatal, dan reaksi alergi lainnya. Karena mengandung lebih dari 27 jenis herbal yang telah teruji khasiatnya dalam mengatasi alergi. Misalnya saja, Slippery elm yang terbukti mengandung karbohidrat termasuk tepung dengan mucilago sebagai bagian utamanya. Slippery elm juga digunakan dalam mengatasi iritasi tenggorokan.
Kemudian, kandungan akar Marshmallow yang digunakan untuk membantu mengurangi iritasi pada rongga mulut dan mukosa kerongkongan, serta iritasi akibat batuk kering. Sementara itu, b atang pohon Oak terbukti bermanfaat untuk membantu mengatasi pembengkakan pada kulit, batuk, gejala-gejala infeksi, dan radang pada rongga mulut dan kerongkongan.
Kandungan akar Barberry dalam HDI Aller Bee Gone dipercaya memiliki sifat anti-radang dan dapat mengurangi penyempitan saluran pernapasan dan produksi lendir. Sementara itu, Mullein mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi saluran pernapasan.
Selain itu konsumsi juga produk-produk yang mampu m embangun sistem imunitas tubuh yang baik sehingga tidak rentan terhadap alergi. Produk-produk tersebut adalah HDI Bee Propolis dan HDI Bee Pollen.
HDI Bee Propolis yang merupakan sumber antioksidan yang tinggi dan bermanfaat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi peradangan. Dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh maka kepekaan terhadap alergen penyebab alergi pun akan berkurang. Sementara itu, HDI Bee Pollen selain kaya akan nutrisi yang lengkap, juga membantu meredakan alergi dan meningkatkan sistem imun secara alami.
Semuanya adalah produk-produk berbahan dasar produk perlebahan. Produk perlebahan adalah suplemen kesehatan. Tidak seperti obat yang memberikan hasil instan, produk perlebahan memberikan efek terapi jangka panjang. Jadi produk perlebahan sangat aman untuk dikonsumsi dalam waktu yang lama dan tidak akan menimbulkan efek samping atau resistensi.

DosisTherapi  Produk High Desert utk mengatasi Alergi, Asma, Rhinitis :
1. Anak2
    • Bee Propolis (cap): 1-2x1tab / hari (3hr pertama) sd. 3x1 cap/hari (dosis lanjutan)
    • Aller Bee Gone : 1 x 1/2 tab / hari (3hr pertama) sd. 3x1cap / hari (dosis lanjutan)
2. Dewasa
  • Bee Propolis Tab. : 2x1tab / hari (3 hari pertama) sd. 3x1tab / hari (dosis lanjutan)
  • Aller Bee Gone : 3x1tab / hari (3 hari pertama) sd. 3x2tab / hari (dosis lanjutan)

Info lengkap Hubungi :
08129602874

Tidak ada komentar:

Posting Komentar